Microwave link adalah sistem komunikasi nirkabel yang menggunakan gelombang mikro (microwave) untuk mentransmisikan data antara dua lokasi. Sistem ini biasanya digunakan untuk komunikasi jarak jauh, terutama ketika pemasangan kabel serat optik atau kabel tembaga tidak memungkinkan atau terlalu mahal.
Microwave link bekerja dengan memancarkan sinyal dalam bentuk gelombang elektromagnetik pada frekuensi tinggi, biasanya antara 1 GHz hingga 30 GHz. Sinyal ini dikirim dari satu antena ke antena lain yang saling berhadapan secara garis lurus (line of sight). Oleh karena itu, kedua titik komunikasi harus bebas dari hambatan fisik seperti bangunan tinggi, pepohonan, atau bukit.
Jenis-jenis microwave link meliputi:
1. **Terrestrial microwave link**: Menghubungkan dua titik di permukaan bumi menggunakan menara atau struktur tinggi lainnya.
2. **Satellite microwave link**: Menggunakan satelit sebagai penghubung antara dua titik yang sangat jauh, seperti antar benua.
Keuntungan dari microwave link:
* Kecepatan instalasi lebih cepat dibanding kabel.
* Biaya lebih rendah untuk area yang sulit dijangkau.
* Kapasitas transmisi tinggi untuk data, suara, dan video.
Kekurangannya:
* Terpengaruh oleh kondisi cuaca, terutama hujan lebat (rain fade).
* Membutuhkan jalur pandang langsung antara antena.
* Jangkauan terbatas jika tanpa repeater.
Microwave link banyak digunakan dalam jaringan telekomunikasi, penyiaran televisi, dan sistem komunikasi militer atau darurat.
