Perkembangan teknologi IPv6 (Internet Protocol version 6) merupakan langkah penting dalam dunia jaringan komputer untuk menggantikan IPv4 yang jumlah alamatnya terbatas. IPv6 dirancang untuk menjawab kebutuhan akan jumlah alamat IP yang jauh lebih besar dan peningkatan efisiensi dalam komunikasi internet.
Mengapa IPv6 Dibutuhkan?
IPv4 hanya menyediakan sekitar 4,3 miliar alamat IP (32-bit).
Dengan pertumbuhan pesat perangkat internet (smartphone, IoT, dsb), jumlah itu tidak cukup
IPv6 menyediakan sekitar 340 undecillion alamat (340 triliun triliun triliun) cukup untuk masa depan internet.
Perbandingan IPv4 vs IPv6:
Panjang alamat
IPv4: 32-bit
IPv6: 128-bit
Format
IPv4: Desimal (contoh:`192.168.0.1`)
IPv6: Hexadesimal (contoh:`2001:db8::1`)
Jumlah alamat
IPv4: 4,3 miliar
IPv6: 340 undecillion
Konfigurasi
Bisa manual / DHCP
Otomatis (stateless autoconfiguration)
Keamanan
Terbatas (opsional)
Built-in (IPSec bawaan)
Kompatibilitas
Luas, tapi terbatas skalabilitas
Belum sepenuhnya merata, tapi sangat scalable
Perkembangan dan Implementasi IPv6
1. Awal Diperkenalkan: 1998 (oleh IETF).
2. Adopsi lambat: Karena banyak jaringan dan perangkat masih menggunakan IPv4.
3. Kini meningkat:
* Banyak negara sudah mulai transisi, termasuk Indonesia.
* ISP, perusahaan besar, dan pemerintah mulai mengimplementasikannya.
* Sistem operasi modern (Windows 10/11, macOS, Linux) sudah mendukung IPv6 secara default.
* Google dan Facebook sudah sepenuhnya mendukung IPv6.
Manfaat IPv6
1. Lebih banyak alamat IP
2. Routing lebih efisien
3. Keamanan lebih baik
4. Tanpa perlu NAT (Network Address Translation)
5. Mendukung mobilitas dan perangkat IoT lebih baik
