1. **Alamat 128-bit**
IPv6 menggunakan alamat sepanjang 128 bit, jauh lebih panjang dibandingkan IPv4 yang 32 bit. Hal ini memungkinkan jumlah alamat yang sangat besar untuk mengakomodasi banyak perangkat di jaringan global.
2. **Format alamat heksadesimal**
Alamat IPv6 ditulis dalam bentuk delapan kelompok angka heksadesimal yang dipisahkan oleh tanda titik dua (:), misalnya 2001:0db8:85a3::8a2e:0370:7334.
3. **Pengalamatan otomatis (Auto-configuration)**
IPv6 mendukung konfigurasi alamat secara otomatis tanpa memerlukan server DHCP, sehingga perangkat dapat langsung terhubung ke jaringan.
4. **Penghapusan broadcast**
IPv6 tidak menggunakan broadcast seperti IPv4, melainkan menggunakan multicast dan anycast untuk mengirim data ke beberapa atau satu penerima terdekat saja, sehingga mengurangi beban jaringan.
5. **Header yang lebih sederhana dan efisien**
Struktur header IPv6 dirancang lebih sederhana dibanding IPv4 untuk mempercepat proses routing dan pengolahan paket data.
6. **Dukungan keamanan bawaan**
IPv6 mendukung protokol keamanan IPsec secara native, memungkinkan komunikasi data yang lebih aman dan terenkripsi.
7. **Routing yang lebih baik dan skalabilitas tinggi**
IPv6 dirancang untuk mendukung routing yang lebih efisien dan mampu mengakomodasi jaringan dengan jumlah perangkat yang sangat besar.
8. **Dukungan mobilitas**
IPv6 memudahkan perangkat untuk berpindah jaringan tanpa kehilangan koneksi, mendukung perkembangan teknologi mobile dan IoT.
Prinsip-prinsip ini membuat IPv6 menjadi solusi yang lebih baik untuk mengatasi keterbatasan IPv4 dan memenuhi kebutuhan jaringan modern yang semakin kompleks dan besar.
